|
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1413 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

|
Studi Banding Kebun Campuran Menetap Tanpa Bakar
Hasilkan 6 Rumusan Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan Studi Banding Kebun Campuran Menetap Tanpa Bakar tahap dua
untuk menginisiasi perubahan peladang berpindah tebas bakar menjadi
peladang menetap tanpa bakar diadakan di lahan pertanian kebun campuran
menetap tanpa bakar di wilayah Sungai Sintuk, Kecamatan Kumai kabupaten
Kotawaringin Barat. Pelaksnaan dilaksanakan dari tanggal 26-28 April
2010 dan diikuti oleh 14 peserta dari desa Tempayung dan 13 peserta dari
desa Babual Baboti ditambah 1 peserta wakil RT 23 Mendawai, 1 peserta
wakil kelurahan Mendawai Seberang dan 1 peserta dari Manggala Agni.
Tahapan demi tahapan pembelajaran membandingkan pertanian yang mereka
lakukan konsep pertanian di wilayah studi banding semakin memperuncing
keinginan untuk mereka juga bisa membuat kebun campuran menetap tanpa
bakar yang menguntungkan. Mereka belajar melihat, mencatat, berbicara
dan berani bertanya apa yang mereka dapat. Mereka melihat mengawali
dengan mengungkapkan harapan mereka mengikuti studi banding, kemudian
belajar memahami konsep kebun campuran, konsep analisa usaha tani dan
tahapan olah lahan. Walau masih malu mereka berusaha untuk bisa.
Semangat itu mereka perlihatkan dalam merancang Rencana Tindak Lanjut
yang didampingi PPL mereka masing-masing.
Kegiatan yang juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pertanian dan
Peternakan Kobar, KP2KP Kobar, BPP Kotawaringin Barat, Dinas Kehutanan
Kobar dan Kecamatan Kumai. Keberadaan lembaga pemerintah Kobar ini
memberi banyak komentar, masukan, tanggapan serta dukungan untuk peserta
termotivasi untuk menerapkan kebun campuran menetap tanpa bakar. Bukti
partisipatif dinas terbukti pada keikutsertaan dalam rumusan RTL Studi
Banding. Bahkan perwakilan dinas yang ada mengusulakan dinas lain
terkait seperti Dinas Perikanan dan Kelautan Kobar diikutsertakan,
mereka siap menghubunginya. Luar biasa semangat Dinas memberi semangat
dukungan pada RTL peserta studi banding ini.
Adapun rumusan yang dihasilkan ada 6 rumusan Rencana Tindak Lanjut Studi
Banding yang akan dilakukan di desa mereka masing-masing, yaitu:
1. Pembenahan Kelompok Tani yang akan dilakukan Mei 2010 dan didampingi
KP2KP dan KPEL.
2. Penyusunan RDKK dan RDK yang akan dilakukan Juni 2010 dan didampingi
KP2KP dan KPEL.
3. Penggarapan lahan ramah lingkungan (tanpa bakar) dan pertemuan rutin
tiap bulan) yang dilaksanakan pada bulan Mei 2010 didampingi oleh KPEL,
KP2KP dan Distanak Kobar.
4. Sosialisasi Hasil Studi Banding dan Pengolahan Lahan Tanpa Bakar Mei
2010 dan akan dilakukan bersama dinas terkait pada Juli 2010 didampingi
KPEL, KP2KP dan Dishut Kobar.
5. Membuat/Menata Kebun Campuran Menetap menjadi Pertanian Menetap
Terpadu yang akan dilakukan Agustus 2010 dan didampingi Distanak Kobar,
Dishut Kobar, Dinas Perkebunan Kobar, Diskanla Kobar, KP2KP dan KPEL.
6. Pelatihan Budidaya Karet yang akan dilaksanakan bulan November 2010
didampingi oleh KP2KP, Dinas Perkebunan Kobar, KPEL.
Dukung upaya tindak lanjut yang akan dilakukan bersama ini. Setiap upaya
akan menciptakan perubahan. Setiap kebersamaan akan menciptakan
keuntungan. Proses perubahan mulai terlihat dari partisipatif yang akan
dilakukan. Kesadaran kebakaran adalah masalah, Berladang Berpindah tidak
menguntungkan dan Ladang Kebun campuran Menetap tanpa bakar disadari
menjaga hutan dan menguntungkan hasilnya.(ESA)
|
|
|
PONDOK BELAJAR "IMUT" - THE FIRST DREAM COMES TRUE!
On March 11th, 2009, Pondok Belajar "Imut", the first learning center adopted by Yayorin supporters, officially opened at Sei Sekonyer Village, Tanjung Harapan, Central Kalimantan.
- - - - - - - - - -
|
|
Read more...
|
|
|